Pilot Project Cianjur sebagai Kota Sehat Tidak Jelas
CIANJUR, (PRLM).- Kabupaten Cianjur yang dijadikan pailot project Kabupaten/Kota sehat di Indonesia bersama Jakarta Timur, Bandarlampung, Pekalongan, Malang dan Balikpapan hingga kini tidak ada kejelasan. Pasalnya meski dijadikan pilot project kota sehat namun tidak ada satupun program yang dilakukan untuk mengembangkan itu.
Justru, saat ini, di Kabupaten Cianjur volume sampah yang naik mengakibatkan banyak titik-titik pembuangan sampah liar sehingga membuat kota menjadi kotor. Hal ini pun diakui Bupati Cianjur, Tjetjep Muchtar Soleh.
"Terus terang saya kesal melihat kondisi seperti ini. Jadwal pembuangan sebenarnya kan sudah ditentukan, tapi tetap saja ada masyarakat yang membuang sampah diluar jadwal," katanya, Selasa (24/4/12).
Tjetjep menuturkan volume sampah rumah tangga di wilayah Cianjur kota dan sekitarnya tergolong tinggi. Karena itu, dalam waktu dekat Tjetjep merencanakan melakukan studi banding dengan mengajak para kepala desa dan lurah ke Surabaya.
"Surabaya merupakan satu di antara kota besar di Indonesia yang tentunya volume sampahnya juga lebih besar. Tapi bagusnya sampah diolah menjadi sesuatu yang produktif dan menghasilkan bagi warganya. Langkah pengolahan sampah di Surabaya ini patut kita tiru agar permasalahan sampah di Cianjur bisa teratasi," tuturnya.
Sementara itu, Ketua Tim Pembina Kabupaten/Kota Sehat Kabupaten Cianjur, Ratu Triyulia Herawati mengatakan ketidakjelasan Cianjur dijadikan pilot roject kota sehat akibat masih minimnya koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penetapan Kabupaten Cianjur sebagai Kabupaten/Kota sehat baru dapat diraih pada tahun 2011 lalu. (A-186/A-108)***
Posting Lebih Baru Posting Lama
