Hiswana Migas Akan Lakukan Operasi Pasar
CIANJUR (Suara Karya): Ketua Bidang LPG - DPC Hiswana Migas (Himpunan Swasta Nasional Minyak dan Gas) Kabupaten Cianjur, Sulistio mengatakan bahwa pihaknya telah membentuk tim monitoring, disamping ada satuan tugas (Satgas) dari PT Pertamina terkait kelangkaan bahan bakar gas (BBG) bersubsidi tabung seberat 3kg.
"Tim monitoring ini, sebetulnya sudah ada, namun kerjanya sekarang ini ditingkatkan dengan melakukan evaluasi ke lapangan untuk melakukan langkah-langkah yang akan diambil," katanya.
Dikemukakan, langkah-langkah atau upaya yang akan diambil di antaranya akan melakukan operasi pasar. Operasi pasar ini, dapat dilakukan atas dasar permintaan dari pihak desa atau kelurahan yang diketahui oleh camat setempat tentang kebutuhan BBG yang dibutuhkan oleh masyarakat.
Ketika menjawab pertanyaan tentang harga BBG bersubsidi seberat 3 kg, disebutkan untuk harga eceran tetap (HET) di pangkalan berkisar antara Rp 12.750 s/d Rp 13.650 dengan radius 60 Km dari pusat kota (perkantoran Pemkab Cianjur) yang diatur berdasarkan SK Bupati. Pihak pangkalan tidak diperbolehkan menjual BBG melebih HET.
"Jika pangkalan menjual BBG melebihi HET, merupakan pelanggaran. Sedangkan harga jual BBG di warung-warung, hingga saat ini, belum ada ketetapan yang mengatur HET," katanya.
Seperti diketahui, sebagian warga masyarakat Kabupaten Cianjur, sejak dua pekan ini, kesulitan memperoleh BBG bersubsidi tabung seberat 3kg. Sekalipun ada, harga BBG di warung-warung melambung tinggi mencapai Rp 14.000 hingga Rp 16.000. Sedangkan sebelum terjadi kelangkaan harga BBG ukuran seberat 3 kg berkisar antara Rp 13.000 s/d Rp 13.500.
Sulistio, ketika dikonfirmasi Suara Karya, Selasa (22/5), menyatakan, kejadian ini bukan kelangkaan, tetapi tidak memenuhi kebutuhan. "Sebab masih banyak ibu rumah tangga yang memperoleh gas, namun tidak semua kebutuhan gasnya terpenuhi," kilahnya.
Diakui, untuk bulan Mei 2012 ini, pasokan BBG bersubsidi ukuran 3 kg terjadi pengurangan oleh PT Pertamina, yaitu hanya sebanyak 940.000 tabung/bulan. Sedangkan sebelumnya pasokan BBG bulan Januari s/d April 2012 sebanyak 1 juta s/d 1, 5 juta tabung/bulan.
"Dasar pengurangan pasokan BBG, karena ada daerah baru yang menjadi sasaran pasokan Pertamina, yaitu daerah-daerah di Kalimantan, dan Sumatera. Dengan sendirinya terjadi pengurangan pasokan untuk Jawa, termasuk daerah Cianjur, sehingga terkena imbas pengurangan pasokan," ujarnya. (Man Suparman)
Posting Lebih Baru Posting Lama