April 2012

Wabup Cianjur Letakan Bata Pertama Pembangunan Masjid An-Nahdlah


Jebrod - Wakil Bupati Cianjur dr. H. Suranto, MM., letakan bata pertama pada pembangunan masjid An-Nahdlah di komplek gedung NU Jebrod Cianjur pada hari Kamis 26 April 2012, pukul 15.30 WIB.

Luas bangunan Masjid tersebut berukuran 10 x 13 meter persegi, yang direncanakan selesai dua bulan kedepan, pembangunan mesjid tersebut sangat penting karena selama ini dalam melaksanakan shalat berjamaah masih menggunakan ruang kantor. Dan pembangunan masjid ini merupakan hasil gotong royong dari warga NU dan para donatur.

Pada kesempatan itu wakil bupati mengucapkan rasa syukur dan apresiasi terhadap ketua tanfidziyah NU yang terpilih untuk periode 2012 -2017 yaitu KH. Choirul Anam. MZD karena sebelum dilantik sudah bekerja dan berupaya membangun masjid untuk kepentingan ibadah umat Islam, tindakan nyata ini menunjukan bahwa kepengurusan yang baru akan memberikan kontribusi yang lebih baik untuk masyarakat Kabupaten Cianjur pada umumnya.

Hadir pada acara peletakan bata pertama untuk masjid An-Nahdlah ketua PCNU Cianjur KH. Choirul Anam. MZD, Rois Syuriah NU, Ketua PWNU Jawa Barat dan para tamu undangan serta para mahasiswa STAI NU.

Cipanas Berkontribusi 66 Persen Pajak ke Kas Kab. Cianjur


CIANJUR,- Dibukanya moratorium pemekaran akan membuat kesulitan Kab. Cianjur. Pasalnya, kajian pemekaran Kota Cipanas yang meliputi lima kecamatan,yaitu Cipanas, Pacet, Sukarsmi, Cugenang, dan Cikalong Wetan menunjukkan sekitar 66 persen pendapatan pajak daerah berasal dari wilayah tersebut. Sisanya berasal dari Cianjur Kota dan wilayah Cianjur selatan.

Hal tersebut pun diakui Kepala Dinas Kepala Dinas Perpajakan Daerah Kabupaten Cianjur, Dadan Harmilan saat ditemui di kantornya, Jalan Raya Bandung, Kamis (26/4/12).

"Dari total pendapatan pajak daerah murni setelah dikurangi Pajak Perolehan Hak asta Tanah dan Bangunan (BPHTB) pada Tahun 2011 tercatat sebesar Rp 12.315.408.560, wilayah Cipanas yang meliputi lima kecamatan, pajak daerahnya sebanyak Rp 8.300.317.736," katanya.

Dadan mengatakan dilihat dari sektor pendapatan pajak daerah, jika wilayah Cipanas dilepas atau dimekarkan, Kab. Cianjur yang menjadi induknya akan kesulitan karena kontribusinya selama ini dari wilayah Cianjur Kota dan Cianjur selatan hanya sekitar 34 persen saja.

"Oleh karena itu dari hasil kajian memang wilayah Cipanas layak dimekarkan, namun juga tidak boleh lupa induknya juga harus sehat dari indikator lain termasuk sisi pendapatan pajak daerah," ucapnya.

Dari lima kecamatan di wilayah Cipanas, Kecamatan Cipanas berkontribusi paling besar dalam hal pemasukan pajak daerah yaitu sebesar Rp 4.932.960.023, disusul Kec. Pacet sebesar Rp 2.315.525.556, Kec. Cikalong sebesar Rp 522.458.672, Kec. Cugenang sebesar Rp 344.662.245, dan Kec. Sukaresmi sebesar Rp 184.711.240.

"Dari pendapatan pajak tersebut yang terbesar masih dari pajak hotel, restoran, dan tempat hiburan. Meskipun geliat pariwisata di Cianjur lima tahun terakhir lesu, namun dari pendapatan justru menunjukan tren kenaikan pendapatan pajak," ujarnya

Pasar Cibeber Cianjur Sengaja Dibakar?


Cianjur - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) akan mengawal proses penyelidikan kasus terbakarnya Pasar Cibeber yang meludeskan sebanyak 146 kios dan los dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp2 miliar, Selasa (24/4/2012) malam lalu.

Pasalnya, kuat dugaan ada sinyalemen terbakarnya pasar tersebut akibat unsur kesengajaan berdasarkan hasil konfirmasi Ikappi dari para pedagang.

Ketua Umum DPP Ikappi Abdullah Mansuri mengaku pada Rabu (25/4/2012) pihaknya sengaja terjun ke lokasi kejadian untuk mengetahui informasi yang diperoleh dari para pedagang mengenai kronologis kebakaran.

Hasilnya, sebelum pasar terbakar, ternyata diketahui terjadi sejumlah rentetan kejadian tak lazim yang dialami para pedagang. Kasusnya tak jauh berbeda dengan kebakaran-kebakaran pasar tradisonal lainnya yang terjadi selama 2012 ini.

“Dari pengakuan sejumlah pedagang, beberapa hari sebelum terjadi kebakaran, mereka sempat kedatangan 'tamu' yang menginformasikan bahwa akan ada relokasi. Selama ini, para pedagang tidak pernah mengetahui atau paling tidak ada sosialisasi mengenai relokasi itu. Tahu-tahu, pasar terbakar. Yang perlu digarisbawahi juga, titik sumber api itu diduga berasal dari kios penjual sembako. Dari analisa para pedagang, sangat tidak mungkin kobaran api menyebar sedemikian cepat jika berasal dari kios sembako. Dari konfirmasi pengakuan pedagang itu, kami menyimpulkan sementara bahwa ada sesuatu dibalik terjadinya kebakaran ini, dengan kata lain, kuat dugaan ada unsur kesengajaan,” terang Abdullah saat ditemui di Cianjur, Kamis (26/4/2012).

Dugaan tersebut memang cukup beralasan. Terlebih, kata Abdullah, saat ini pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sebesar hampir Rp450 miliar untuk revitalisasi pasar tradisional di seluruh Indonesia.

“Salah satunya, kami mendapati ada proposal revitalisasi Pasar Cibeber dari Kabupaten Cianjur di Kementerian Perdagangan. Makanya kami perlu terjun ke lapangan untuk mencari informasi mengenai penyebab terjadinya kebakaran ini. Apakah kejadian ini berkaitan erat dengan rencana revitalisasi pasar tradisional atau tidak. Karena itu kami perlu mengawal penyelidikan dari aparat kepolisian untuk mengetahui penyebab pastinya,” tegas Abdullah.

Abdullah mengaku akan segera membentuk tim untuk mendalami lagi kasus tersebut. Sebab, katanya, berdasarkan investigasi dan advokasi pihaknya, hampir 89% kejadian kebakaran pasar tradisional karena unsur kesengajaan.

“Jika melihat dan mendengar pengakuan para pedagang, ada kemungkinan Pasar Cibeber juga terindikasi kuat karena unsur kesengajaan. Kami juga menyayangkan dengan pemerintah daerah yang mengeluarkan statemen bahwa kebakaran diduga akibat korsleting listrik. Darimana mereka bisa menyimpulkannya, karena yang berwenang melakukan penyelidikan adalah aparat kepolisian, bukan pemerintah daerah,” sebutnya.[jul]

Jabar Terima Penghargaan Pangripta Nusantara 2012


BANDUNG - Provinsi Jawa Barat (Jabar) menerima Anugerah Perencanaan Terbaik Penghargaan Pangripta Nusantara 2012. Jabar terpilih sebagai Provinsi Terbaik I Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012.

Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala BAPPENAS memberi penghargaan itu kepada Kepala Bappeda Jabar atas nama Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan.

Penghargaan itu diterima di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (26/4/2012) pada acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2012.

Melalui rilis yang diterima Tribun dari Humas Pemprov Jabar, Heryawan mengatakan penghargaan itu sebagai bentuk pengakuan pemerintah pusat dan publik atas kinerja Pemprov Jabar.

"Semoga dengan perencana

Pemkab Cianjur Susun Draft Pengawasan Orang Asing


Cianjur - Pemkab Cianjur saat ini sedang menyusun draft surat keputusan (SK) bupati menyangkut pembentukan Tim Koordinasi Pengawasan Orang Asing di Kabupaten Cianjur.

Penyusunan draft itu menyusul akan diaktifkannya kembali lembaga pengawasan orang asing oleh Pemprov Jawa Barat.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbang dan Linmas) Kabupaten Cianjur Tom Dani Garniat mengatakan payung hukum berbentuk SK bupati itu nantinya akan mengatur mengenai tugas pokok dan fungsi tim pengawasan terhadap orang asing di Kabupaten Cianjur.

Lebih kurangnya tidak jauh berbeda dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 49/2010 dan Permendagri Nomor 50/2010 tentang Pedoman Tata Kerja Tim Pengawasan Orang Asing.

“Nantinya kinerja atau tupoksi tim pengawasan orang asing ini diatur melalui SK bupati yang saat ini draftnya masih disusun. Kita koordinasi dengan berbagai instansi terkait, semisal dari kejaksaan dan aparat kepolisian, termasuk NGO,” kata Tom Rabu (25/4/2012).

Tom mengharapkan terbitnya SK bupati menyangkut tim pengawasan orang asing ini bisa menjadi suatu upaya antisipasi menyusul maraknya kasus warga asing ilegal di berbagai di daerah. Di Kabupaten Cianjur pun, tak menutup kemungkinan banyak warga asing yang belum terdata.

“Apalagi saat ini di Cianjur sudah mulai banyak berdiri perusahaan penanaman modal asing (PMA) yang mempekerjakan tenaga asing. Tentunya ini harus diawasi agar mereka terdata. Bukan hanya tenaga asing, termasuk juga peneliti maupun turis, karena dikhawatirkan izin tinggal mereka habis,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur Hendra mengatakan menyusul akan diaktifkannya kembali lembaga pengawasan orang asing, nampaknya belum efektif dilaksanakan di daerah. Tentunya, pengaktifan kembali lembaga pengawasan orang asing ini harus dilakukan melalui sosialisasi.

“Lembaga pengawasan orang asing ini kan baru mau diaktifkan. Itu pun masih sebatas di tingkatan provinsi. Mungkin memang diperlukan juga sosialisasi ke daerah-daerah. Selama ini kita juga melakukan pengawasan terhadap orang asing di Kabupaten Cianjur,” kata Hendra Rabu (25/4/2012).

Kunjungan SBY ke Batam Dikawal Ketat


Batam,– KUNJUNGAN Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Kota Batam, Kepulauan Riau, pada Jumat (27/4), mendapat pengamanan ketat. Sekitar 2.234 orang petugas gabungan dari TNI dan Polri disiagakan untuk menjaga keamanan kunjungan tersebut.

"Petugas gabungan sejumlah itu kami siagakan untuk menjaga semua wilayah," kata Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Lodewijk F Paulus saat memeriksa persiapan personel pengamanan di Lapangan Engku Putri, Kota Batam, lansir Antara, Kamis (26/4).

Selain itu, kata dia, seluruh personel pasukan dari Polda, Lantamal dan Korem yang tidak termasuk dalam petugas gabungan juga disiagakan.

"Petugas disiagakan agar kunjungan kerja Presiden bisa berjalan lancar dan aman," kata dia.

Ia meminta, seluruh petugas berkoordinasi dengan baik agar bisa melaksanakan tugas pengamanan tersebut.

"Nanti kami bagi dalam empat satuan tugas. Mereka akan berkoordinasi melakukan pengamanan di semua wilayah," kata Paulus.

Paulus telah meninjau jalur serta tempat yang akan dikunjungi Presiden.

Ia memastikan kunjungan Presiden ke Batam dalam rangka peresmian Rumah Susun Sewa Sederhana untuk pekerja berjalan lancar.

Sementara itu, Kepala Bagian Operasional Polresta Batam Rempang Galang Kompol Moch Soleh mengatakan, ada 1.000 petugas kepolisian yang tergabung dalam tim pengamanan tersebut.

"Kalau nantinya dibutuhkan, seluruh Polres di Kepri akan mengirimkan personelnya untuk membantu pengamanan," tandasnya.

Alun-alun Cianjur semrawut


Cianjur - Kondisi alun-alun Cianjur, Jawa Barat, yang berfungsi sebagai taman kota, masih terkesan semrawut, kesan tersebut, diperparah dengan kehadiran pedagang, yang cenderung merusak fungsi taman kota.

Bupati Cianjur, Tjetjep Muchtar Soleh, Rabu, mengaku geram dengan kondisi tersebut. Dia menuturkan, dalam waktu dekat akan kembali menata ulang fungsi taman kota sebagai salah satu Ruang Terbuka Hijau (RTH) bagi masyarakat.

"Kalau dibiarkan, lambat laun fungsi taman kota, akan berubah. Saya akan benahi ini, agar taman kota kembali pada fungsi yang sebenarnya," katanya.

Dia mengatakan, tidak hanya soal kehadiran pedagang, masyarakat yang menikmati RTH diharapkan bisa ikut menjaga keasrian dan kebersihan taman tersebut.

Rencananya, dia akan memanggil semua pihak terkait, untuk membicarakan hal tersebut. Pembicaraan akan difokuskan terkait dengan fungsi pengawasan serta penegakkan aturan larangan berjualan di areal taman kota.

"Kami upayakan ke depan untuk lebih meningkatkan fungsi pengawasan, agar taman kota berjalan sesuai dengan peruntukkannya," ujarnya.

Selain dipadati pedagang, kawasan hijau yang berhadapan langsung dengan Kantor Pemkab Cianjur dan Mesjid Agung Cianjur, terkesan kurang mendapat perhatian dari dinas terkait.

Bahkan dibeberapa sudut taman terlihat sampah berserakan dan ilalang mulai tumbuh tinggi. Sehingga kesan kumuh pun, terlihat di areal taman kota yang menghabiskan biaya miliaran rupiah itu.(Ant)

Bupati Cianjur Buka Bimtek Penggunaan Dana Hibah Bagi Para Ketua RT


Cianjur Kota - Bupati Cianjur, Drs. H. Tjetjep Muchtar Soleh, MM., belum lama ini membuka Bimbingan Teknis Penggunaan Dana Hibah 10 Juta per-RT Bagi Ketua RT se-Kecamatan Cianjur yang dilaksanakan di Gedung Bale Rancage Cianjur. Kegiatan tersebut dihadiri Camat Cianjur, para Lurah dan Kades Se-Kecamatan Cianjur serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Cianjur menyampaikan kegiatan ini sangat penting untuk dilaksanakan, agar dapat memberikan pemahaman tentang mekanisme perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, akuntansi serta pertanggungjawaban dan pelaporan, serta untuk memberikan pemahaman kepada semua pihak agar mengetahui dan memahami tentang pengelolaan dana bantuan keuangan sehingga tidak terjadi salah pengertian, guna menjamin transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana bantuan keuangan.

Bupati Cianjur berharap bahwa pemberian dana bantuan keuangan juga harus disertai adanya tanggungjawab pada yang menerima agar lebih transparan, akuntabel dan efektif. Oleh karena itu, saya berharap kegiatan bimbingan teknis ini dapat dijadikan sebagai sebuah forum komunikasi yang memiliki daya dukung untuk mengubah keadaan kearah yang lebih baik.

Akhirnya, Bupati Cianjur meminta kepada seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh sehingga dapat memahaminya dengan baik dan benar. Dengan demikian tugas-tugas yang diemban dapat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan.

Pilot Project Cianjur sebagai Kota Sehat Tidak Jelas


CIANJUR, (PRLM).- Kabupaten Cianjur yang dijadikan pailot project Kabupaten/Kota sehat di Indonesia bersama Jakarta Timur, Bandarlampung, Pekalongan, Malang dan Balikpapan hingga kini tidak ada kejelasan. Pasalnya meski dijadikan pilot project kota sehat namun tidak ada satupun program yang dilakukan untuk mengembangkan itu.

Justru, saat ini, di Kabupaten Cianjur volume sampah yang naik mengakibatkan banyak titik-titik pembuangan sampah liar sehingga membuat kota menjadi kotor. Hal ini pun diakui Bupati Cianjur, Tjetjep Muchtar Soleh.

"Terus terang saya kesal melihat kondisi seperti ini. Jadwal pembuangan sebenarnya kan sudah ditentukan, tapi tetap saja ada masyarakat yang membuang sampah diluar jadwal," katanya, Selasa (24/4/12).

Tjetjep menuturkan volume sampah rumah tangga di wilayah Cianjur kota dan sekitarnya tergolong tinggi. Karena itu, dalam waktu dekat Tjetjep merencanakan melakukan studi banding dengan mengajak para kepala desa dan lurah ke Surabaya.

"Surabaya merupakan satu di antara kota besar di Indonesia yang tentunya volume sampahnya juga lebih besar. Tapi bagusnya sampah diolah menjadi sesuatu yang produktif dan menghasilkan bagi warganya. Langkah pengolahan sampah di Surabaya ini patut kita tiru agar permasalahan sampah di Cianjur bisa teratasi," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pembina Kabupaten/Kota Sehat Kabupaten Cianjur, Ratu Triyulia Herawati mengatakan ketidakjelasan Cianjur dijadikan pilot roject kota sehat akibat masih minimnya koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penetapan Kabupaten Cianjur sebagai Kabupaten/Kota sehat baru dapat diraih pada tahun 2011 lalu. (A-186/A-108)***

Pelaksanaan E-KTP di Kab. Cianjur Masih Amburadul


Ciranjang.- Setelah diluncurkan satu minggu lalu, pelaksanaan e-KTP (elektronik-Kartu Tanda Penduduk) di Kabupaten Cianjur masih banyak kendala. Pasalnya, sebelum dilakukan untuk sekitar 1,9 juta wajib KTP, masing-masing kecamatan mecoba melakukan pelaksanaan E-KTP untuk masing-masing ketua RT, namun pelaksanaannya amburadul.

Bahkan, akibat tidak kuatnya daya listrik di Kecamatan Ciranjang, pelaksanaan e-KTP terhenti sekitar tiga jam namun antrean membludak sehingga banyak para ketua RT yang kesal dan marah hingga adu mulut dengan petugas. "Saya datang dari jam 8.00 belum dipanggil hingga pukul 17.00 WIB. Padahal, saya kan punya pekerjaan lainnya," ucap Nuki (30), warga Ciranjang saat ditemui di Kec. Ciranjang, Selasa (24/4/12).

Nuki mengatakan petugas pelaksana dan operator alat-alat e-KTP terlihat belum siap. Tidak hanya dia, beberapa warga lainnya juga geram akrena telah mengeantre lama namun berkas yang ditumpuk sejak pagi tidak juga diambil. "Justru yang baru datang siang hari berkasnya di atas sudah diambil.Ini kan semakin membuat warga kesal," ucapnya.

Hal tersebut diakui Sekretaris Camat Ciranjang, Dadang Gumara. Dadang mengatakan masih banyak kendala pelaksanaan E-KTP di Cianjur. Bahkan itu juga dirasakan di kecamatan lain. Hal utama yang menjadi kendala adalah kurangnya pasokan daya listrik untuk mendukup penggunakan perangkat e-KTP.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendaftaran dan Informasi Kependudukan Disdukcapil Cianjur, Ahmad Syamsudin saat ditemui di kantornya mengatakan kegiatan perekaman e-KTP yang saat ini digelar di tiap-tiap kecamatan bukan atas intruksi dinas. Saat ini, dinas sendiri masih berbenah, mempersiapkan segala sesuatunya untuk meminimalisir kemungkinan yang tidak diinginkan.

“Pelaksanaan e-KTP justru aka kami lakukan serentak pada 1 Mei mendatang. Kalau saat ini ada yang melakukan, itu inisiatif kecamatan sendiri. Mungkin mereka mencoba-coba mencari sistem yang mudah agar dalam pelaksanaannya nanti sudah tidak lagi bermasalah," katanya. (A-186/A-88)***

10.450 Ketua RT Peroleh Hibah Rp 104,5 Miliar


CIANJUR : Sebanyak 10.450 ketua rukun tetangga (RT) se-Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memperoleh hibah sebesar Rp 104,5 miliar yang bersumber dari APBD tahun anggaran 2012. Masing-masing ketua RT memperoleh Rp 10 juta.

Di lain pihak, banyak kalangan masyarakat yang mengkhawatirkan, dikucurkannya dana hibah sebesar itu, dapat mengganggu perbaikan/pemeliharaan infrastruktur, terutama jalan dan jembatan. "Sehingga sejumlah ruas jalan kabupaten dan jalan desa yang mengalami kerusakan pada tahun ini tidak dapat diperbaiki," kata Hasan, salah satu warga Cianjur.

Hal itu disebabkan karena dana APBD Kabupaten Cianjur yang hanya sebesar 35 persen untuk belanja pembangunan tersedot untuk dana hibah para ketua RT yang jumlahnya tidak sedikit.

Sedangkan di tengah-tengah masyarakat muncul kesan, dana hibah itu untuk dibagi-bagi di kalangan pengurus RT. Kucuran dana hibah itu sendiri terkesan sarat dengan muatan politis. Terkait dengan janji bupati pada Pilkada 2011, jika terpilih kembali, akan memberikan bantuan kepada setiap RT sebesar Rp 10 juta.

Bupati Cianjur Drs H Tjetjep Muchtar Soleh, MM, ketika dikonfirmasi seusai membuka bimbingan teknis (bintek) pengelolaan bantuan Rp 10 juta/RT di Bale Rancage, Senin (23/4), mengemukakan, pengucuran dana hibah untuk para ketua RT tidak akan mengganggu pembangunan infrastruktur. Sebab, dana untuk infrastruktur masing-masing sudah dialokasikan.

"Mengenai dana Rp 10 juta/RT bukan untuk dibagi-bagikan para pengurus RT, tetapi untuk pemberdayaan dan kepentingan masyarakat, termasuk untuk membantu biaya kesehatan masyarakat," katanya.

Di samping itu, dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki gorong-gorong, gang atau jalan lingkungan. Diserahkannya dana itu, melalui para ketua RT, karena para ketua RT lebih dekat dengan masyarakat dan lebih mengetahui tentang sarana-prasarana yang dibutuhkan masyarakat.

Sedangkan bintek terkait kucuran dana hibah Rp 10 juta/RT dilaksanakan di setiap kecamatan. Dana hibah itu akan cair secara serempak pada bulan Mei 2012 melalui rekening masing-masing desa. (suara Karya )

Mabes Polri Akan Selidiki Kebakaran Pasar di Cibeber


CIBEBER - Para pedagang Pasar Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengambil sisa barang dari puing-puing kios. Pasar tradisional tersebut terbakar Selasa malam kemarin.

Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri, Rabu (25/4/2012) siang, akan melakukan olah TKP untuk menyelidiki penyebab kebakaran yang menghanguskan lebih dari 100 kios itu. Pasar Cibeber memiliki total 300 kios.

Pantauan di beberapa kios pagi ini, api masih terlihat membakar barang-barang pedagang. Meski demikian, jilatan api sudah tidak sebesar semalam.

Agus, pemilik tiga kios di Pasar Cibeber, Rabu (25/4/2012), mengaku masih ada beberapa bahan pokok di kios sembakonya yang bisa diselamatkan. Akibat kebakaran itu, dia rugi lebih dari Rp90 juta. Sebagian besar bahan pokok di tiga kiosnya ludes dilalap si Jago Merah.

Sementara itu, petugas Polres Cianjur masih menjaga lokasi sambil menunggu kedatangan tim Puslabfor Mabes Polri.

Pasar Cibeber terbakar sekira pukul 20.00 WIB. Dugaan sementara, api berasal dari hubungan arus pendek listrik. Ironisnya, hanya ada satu kendaraan pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api.

Jarak yang ditempuh kendaraan pemadam ke lokasi pun jauh karena didatangkan dari kota. Tak heran, api leluasa melalap puluhan kios tanpa "perlawanan". Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Nilai total kerugian masih dihitung.

Postingan Lebih Baru