Mediasi Unjuk Rasa di Cibodas Berjalan Alot


INILAH.COM, Cianjur - Proses mediasi para pendemo dengan pihak pengelola retribusi Kawasan Wisata Cibodas (KWC) dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cianjur, Sabtu (25/8/2012), nyaris tak menemukan titik temu. Para pendemo keukeuh agar retribusi ditiadakan lantaran terendus banyak kepentingan. Dampaknya, para pedagang mengalami penurunan omzet. Para pendemo menginginkan ada kebijakan yang tidak merugikan para pedagang. Koordinator aksi Yanto Hidayat menegaskan warga heran dengan adanya dualisme retribusi berbeda pengelolaan. Padahal, jika saja pengelolaan retribusi dilakukan satu pintu antara Pemkab Cianjur dengan LIPI, tentunya tidak akan karut marut seperti saat ini. "Para pedagang menginginkan kebijakan pengelolaan satu atap dalam hal retribusi. Tapi saat ini ada dua pengelolaan retribusi. Di sisi lain, aparat desa tidak merasakan adanya dari retribusi pariwisata ini," tegas Yanto. Situasi sempat menegang lantaran tidak adanya titik temu tuntutan itu. Beruntung aparat polisi yang mengawasi jalannya pertemuan bisa mencairkan suasana. "Tuntutan bisa disampaikan secara tertulis kepada pemerintah daerah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata," kata Kapolsek Pacet Kompol Iwan Setiawan. Warga pun menuruti perintah kapolsek dengan membuat secara tertulis tuntutan yang diinginkan.[jul]

Posting Lama

Leave a Reply